Total Tayangan Halaman

Sabtu, 05 Mei 2012

Strategi Peningkatan Modal Manusia Dalam Konteks Pembangunan Ekonomi Indonesia

Oleh: Muhammad Rahmat

  1. Pendahuluan
Beberapa pakar menyatakan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia baru mulai sejak era pemerintahan Orde Baru. Pada masa awal transisi kepemimpinan Orde Baru, Indonesia menghadapi setumpuk persoalan ekonomi yang sangat rumit. Kelompok ekonom teknokrat yang saat itu dipercaya oleh Presiden Soeharto memandang kecukupan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, menekan angka inflasi, serta meletakkan landasan yang tepat bagi pemulihan ekonomi dengan jalan pembangunan infrastruktur secara menyeluruh merupakan prioritas yang harus segera ditunaikan. Oleh karena itu kebutuhan akan modal merupakan perkara yang mendesak. Namun persediaan modal dalam negeri saat itu jauh dari cukup. Maka untuk memenuhinya pemerintah menjalin hubungan kemitraan dengan lembaga-lembaga donor internasional (Yustika, 2011:1-3).

Teori Ekonomi Biaya Transaksi

Oleh: Muhammad Rahmat
  1. Latar Belakang Kemunculan Teori Ekonomi Biaya Transaksi
Pade era tahun 1950-an sampai dengan tahun 1960-an, teori perusahaan (theory of the firm) yang digagas oleh kelompok ekonom neoklasik menerima serangan kritik yang tajam dari berbagai pihak. Kritik tersebut mengarah pada gugatan terhadap sejumlah asumsi yang dinilai tidak realistis, khususnya mengenai sifat dasar dari rasionalitas manusia (Hardt, 2009: 33). Sebagaimana yang diungkapkan oleh Dequech (2006: 121), rasionalitas dalam perspektif neoklasik dipahami sebagai upaya untuk memaksimumkan utilitas atau kepuasan. Konsep ini berakar dari model formal filsafat utilitarianisme yang diistilahkan oleh Joseph Schumpeter sebagai “Benthamite hedonistic rationalism” (Zafirovski, 2008: 801).